Tampilkan postingan dengan label GEGURITAN/PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GEGURITAN/PUISI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2009

Karena Aku Lelakimu

kau datang dengan se-ulas senyum manis disudut bibirmu
kau hadir tawarkan hangat dalam peluk dan rengkuhmu
kau ada dengan beribu harapan dan berjuta impian akan sebuah masa depan
kau berceloteh tentang indah-nya hidup

aku terhanyut...
aku terbuai...
aku mabuk...

ku terkapar disudut altar ranjang pemujaan
ketika kau tawarkan secawan kenikmatan
ku terkulai lunglai dalam batas mampuku
ketika kau pasrah dan berserah ikuti iramaku

mata ini sayu
lidah ini kelu
hati ini beku
jiwa ini membiru

ku tersentak dan tersadar
betapa kau mencintaiku
betapa kau mengasihiku
betapa kau menyayangiku

terima kasih cinta,
kau bawakan letupaan bara kehidupan
kau percikkan api semangat perubahan
kau percaya sepenuhnya padaku
karena aku lelakimu

medio, Juni 2009

Jumat, 25 Januari 2008

Se-andainya Saya Bisa Membesarkan Ulang Anak Saya

Hari Kamis, tanggal 24 Januari 2008 ada undangan dari Playgroup Jagoanku (Rafi) untuk mengambil raport hasil belajarnya..

Terasa begitu bangga karena inilah pertama kali sepanjang hidup-ku, aku benar-benar merasakan sebagai wali murid anakku sendiri; jika dulu pernah menjadi wali murid itu masih sebatas keponakan, adik dan putra-putri dari saudara...

Sehingga ada rasa yang begitu berbeda walau masih play group..., yang ternyata dalam raport itu banyak hal yang dievaluasi dan dinilai terutama tentang perkembangan si kecil, yang hasilnya... hmmm Alhamdullilah tidak mengecewakan.

Dalam buku raportnya terselib selembar kertas berwarna merah jambu.... dan ternyata berisi puisi yang ditulis oleh Diane Loomans... isinya begitu bagus menurutku.. dan memberikan satu pemahaman serta kesadaran bagaimana memposisikan diri sebagai orang tua dalam menghadapi anak-anak...

Seandainya Saya Bisa Membesarkan Ulang Anak Saya....

saya akan lebih banyak bermain cat
dan mengurangi main perintah

saya akan lebih sedikit mengoreksi
dan lebih banyak mengait-ngaitkan

saya akan sedikit menghitung-hitung waktu
dan lebih banyak memerhatikan

saya akn mengurangi main selidik
dan lebih banyak memperhatikan

saya akan mengurangi bersikap serius
dan lebih banyak bermain-main

saya akan lebih sering bermain di lapangan
dan lebih banyak mengamati bintan-bintang

saya akan lebih banyak memeluk
dan sedikit membentak

saya tidak akan banyak melarang-larang
dan lebih banyak mengiyakan

saya akan lebih dulu membangun harga dirinya
sebelum membangun rumah

saya akan lebih sedikit mengajarkan cinta dan kekuatan
dan lebih banyak mengajarkan kekuatan cinta

Dari puisi diatas... ada pesan yang dalam tentang bagaimana orang tua bersikap dan bertindak pada anak-anaknya...
semoga aku dan isteriku bisa menjadi orang tua yang baik dan bijaksana bagi anak-anakku... amin....


Jumat, 18 Januari 2008

Ijinkan Aku Untuk Jujur Padamu

ijinkan aku untuk jujur padamu
biarkan aku untuk bicara dan berucap
karenanya cukup kau dengarkan dan pahami
agar kau tak temui kecewa
agar kau tak merasa aku bohongi

wahai manis permata hatiku
duhai sayang kekasih jiwaku
oh.. juwita pelita hatiku

sadarkah kau
tidak bermimpikah kau
bahwasanya aku ini hanya seorang lelaki kecil
dalam kurun waktu berlalu
tiada apapun ku miliki
kecuali cinta, harapan dan mimpi

dan perlu kau tahu bahwa aku tidaklah
se-mulia Muhammad SAW
se-kaya Sulaiman AS,
se-taqwa Ibrahim AS
se-tabah Ayyub AS
atupun se-gagah Musa AS
apalagi se-tampan Yusuf AS

aku hanya bisa berharap
untuk bisa menjadi bijaksana, sabar dan tawakal
mencoba untuk menuju sholeh
dan mengajakmu untuk senantiasa bersyukur

karena baru yang mampu aku berikan padamu
maafkan aku,
karena akupun yakin akan kita raih bahagia itu
dengan kita membuka mata, membuka hati dan membuka diri

medio, blitar 08 januari 2008

Selasa, 15 Januari 2008

Ijinkan Aku Untuk Sujud Dikakimu Sekedar Berbhakti Kepadamu

senyum yang kau tawarkan disaat
kau tahu aku nakal, aku bengal dan aku berbuat salah...

tak ada marah disana...
selalu kau berikan belaian kasih dan kecupan sayang...
disaat aku dalam kesedihan, kepedihan dan kekalutan...

pergilah... Nak.. restuku menyertaimu...
itulah yang selalu kau ucapkan ..
ketika pertama kali aku pergi....

tidak pernah kau tinggalkan aku dalam kesendirian
tidak pernah kau lupakan aku dalam setiap tarik nafasmu
tidak pernah kau lalaikan aku untuk ada dalam setiap doamu

namun....
apa yang aku berikan padamu...
apa yang mampu aku tunjukkan padamu...
apa yang bisa membahagiakan hatimu...

karena kasihmu.. yang tidak ada habisnya
karena sayangmu yang tidak akan pernah punah
karena cintamu yang tidak pernah lenyap ditelan jaman..

maka ijinkan aku sujud dikakimu..
untuk sekedar menujukkan baktiku padamu..
yang aku yakin.. itupun belum cukup...
untuk membalas semua budi baikmu..
apalagi mengganti semua pengorbananmu
yang telah kau berikan tanpa pamrih....

tidak aku pungkiri bahwa kasihmu tak terhingga...
mampu-ku hanya doa dan harapan....
smoga Allah Tuhan Seru Sekalian Alam...
membalas semuanya dengan Kasih dan Sayang-Nya

aku didikasikan tulisan ini pada Emak-ku tercinta...

Selasa, 08 Januari 2008

Rasa Tresnoku Marang Sliramu Opo Salah ?


rikala netramu nyawang temelung nang mripatku
ana rasa adem njejet nang dadaku..
nunjem pulung atiku, dadi waspa tumetes siji-siji

rikala astamu kumlawe nggandeng tanganku
ana rasa gemeter adem panas nang awakku..

rikala nyawang lathimu sing mesem isih tetep ngujiwat,
kaya esem-esem 5 taon kepungkur....

pasuryanmu kaya padange rina ing tengah wengi
kang madangi jagat ananging ora krasa panas...

ah... tansah katon ing manik-manik netramu memanising crita kawuri
sing ora bisa ilang saka angen-angen lan ati iki.

impen kapang sing mung dadi sejarah..
sing tetep ndak simpen kanthi rapet jroning ati..

aku njaluk idi palilahmu nimas...
yo wis ben kabeh tansah dadi crita sing endah
yo wis ben dadi sejarah
yen to antarane aku lan sliramu pancen ana crita
crita tresna sing kebak tangis

amarga pancen butuh sewu wangsulan
saka siji pitakonan

rasa tresnoku marang sliramu apa salah ?

Menjadi Peduli Itu Nikmat

Peduli, satu kata berjuta makna, jika dalam kamus besar Bahasa Indonesia Peduli lebih dimaknai sebagai sebuah arti memperhatikan , walau ...