Tampilkan postingan dengan label BAHAN KULIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KULIAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2009

Bisnis Warnet Game-Online Cukup Menjanjikan..!!

Dalam kondisi ekonomi saat ini dari hari ke hari semakin tidak menentu menjadikan kita harus jeli dalam melihat kesempatan dan peluang. Kesempatan kerja makin sempit sementara pencari kerja makin banyak, sebuah kondisi yang bertolak belakang akan tetapi kita tidak dapat menghindari-nya.

Kesempatan kerja sulit, lapangan kerja makin sempit dan tingkat pengangguran tinggi, akan dapat diminimalisir oleh setiap individu dan bukan hanya oleh pemerintah saja, kalau peningkatan pengangguran lalu serta merta kita menyalahkan pemerintah, kita lihat dan koreksi diri sendiri kira-kira apa yang telah kita lakukan untuk mendapatkan kerja, melamar kerja kesana dan kemari tapi tidak diterima, baru itu yang kita lakukan langsung memvonis pemerintah tidak membuka peluang kerja.

Sudahkah pernah terbersih dalam pikiran kita untuk mencoba membuka peluang usaha sendiri yang bisa dimungkinkan kita memberikan kesempatan kerja dan lapangan kerja bagi orang lain. Banyak peluang usaha yang dapat kita kelola sehingga akan mampu memberikan penghasilan bagi kita tanpa harus bekerja pada orang lain, dan ini akan menjadikan kita bukan lagi orang suruhan, bukan lagi karyawan akan tetapi kita memiliki usaha dan kita ada bos-nya.

Sudahkah kita terpikir untuk ber-wirausaha, menentukan salah satu usaha dari sekian peluang usaha yang ada untuk akhirnya kita kelola dan kembangkan sendiri, berawal dari tulisan ini semoga kita bisa membuka cara pandang kita tentang bagaimana memulai sebuah usaha, dan ini merupakan usaha nyata bukan. Dan untuk kesempatan ini akan mencoba saya sajikan satu ilustrasi usaha, berapa modal yang diperlukan dan berapa biaya yang digunakan untuk mengelola usaha itu sehingga sampai berapa lama kita mencapai break event point.

Untuk memberikan gambaran dapat disampaikan perhitungan investasi sebagai berikut :

Klik untuk memperbesar gambar

Estimasi biaya jasa dalam pembangunan game-online ini kurang lebih sebagai berikut :

Klik untuk memperbesar tampilan tabel.

Berdasarkan perhitungan investasi dan estimasi pendapatan maka akan diperoleh estimasi pengembalian modal/investasi tersebut diatas adalah sebagai berikut :

Klik untuk memperbesar gambar

Demikian konsep usaha untuk membuka warnet game-online, semoga dapat memberikan gambaran untuk membuka usaha. Semoga dalam kesempatan lain dapat menyajikan konsep peluang usaha yang berbeda pula terima kasih semoga bermanfaat.

Jumat, 30 Mei 2008

Pengertian Modal Kerja

Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja (working capital). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pengertian dari modal kerja disini peneliti kemukakan beberapa pendapat :

1. James C Van Harne (1997:214) menyatakan, bahwa “Modal kerja bersih adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar, dan modal kerja kotor adalah investasi perusahaan dalam aktiva lancar seperti kas, piutang dan persediaan”

2. J. Fred Weston Eugene F. Brigham (1991:157), menyatakan bahwa “Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam harta jangka pendek yaitu kas, surat berharga jangka pendek, piutang dan persediaan”.

3. Bambang Riyanto (1995:7), mengemukakan 3 (tiga) konsep pengertian modal kerja yaitu :

a. Konsep kuantitatif

Konsep ini menitikberatkan pada kuantitas dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar, aktiva ini merupakan aktiva sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau dana yang tertanam dalam aktiva akan dapat bebas lagi dalam jangka pendek. Jadi menurut konsep ini adalah keseluruhan jumlah aktiva lancar. Dalam pengertian ini modal kerja sering disebut modal kerja bruto atau gross working capital.

b. Konsep kualitatif

Pada pengertian ini konsep modal kerja dikaitkan dengan besarnya jumlah hutang lancar atau hutang yang segera harus dibayar. Jadi modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya.

c. Konsep fungsional

Konsep ini menitik beratkan pada fungsi dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang digunakan dalam perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan. Aktiva lancar sebagian merupakan unsur modal kerja, walaupun tidak seluruhnya.

Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal.

Senin, 01 Oktober 2007

Balance Scorecard

Pengertian
Adalah suatu alat akuntansi manajemen yang terdiri dari serangkaian pengukuran kinerja yang komprehensif, baik dari aspek keuangan maupun aspek non-keuangan. (Havard Business Reveiv, Januari – Februari 1992).

Sedangkan Jeno (1997;67) mengatakan bahwa “Balanced Scorecard merupakan metode penilaian kinerja unit usaha yang melengkapi ukuran kinerja keuangan masa lampau dengan pemacu kinerja unit usaha dimasa depan.

Mulyadi (2000;1), mengemukakan bahwa “Balanced Scorecard terdiri dari dua kata yaitu skor (scorecard) dan berimbang (balanced). Kartu skor yang hendak diwujudkan oleh personal di masa depan. Kata berimbang untuk menunjukkan bahwa kinerja personal diukur secara berimbang dari dua aspek, keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, esktern dan intern. Balanced Scorecard setiap perusahaan akan berbeda – beda hal ini tergantung dari situasi pasar, strategi produk, lingkungan yang berbeda. Umumnya Balanced Scorecard sesuai dengan perusahaan yang memiliki pelanggan, saluran ditribusi fasilitas produksi dan pengukuran kinera keuangan.

Empat Prespektif Dalam Balanced Scorecard.
Secara umum terdapat empat prespektif yang diukur oleh Balanced Scorecard yaitu;

(Satu) Financial Perspective, Balanced Scorecard mempertahankan pada penggunaan perspektif keuangan, karena pengukuran keuangan menyajikan konsekuensi ekonomi dari tindakan yang dilakukan padamasa lalu., sehingga perusahaan pada nantinya mampu memposisikan dirinya sesuai dengan tingkat siklus hidup masing – masing.

(Dua) Customer Perspective, Perusahaan memperhatikan pelanggan dengan mengidentifikasikan dengan menetapkan segmen pasarnya, sehingga akan diketahui perusahaan yang bersaing tersebut dalam melaksanakan pengukuran kinerjanya. Ada dua jenis pengukuran dalam perspektif konsumen yaitu :
  • Core measurement group, mengukur tingkat pangsa pasar (market share), pelanggan yang dipertahankan (customer acqusition), kepuasan pelanggan (customer satisfaction), dan probabilitas pelanggan (customer probability).
  • Customer value proposition, adalah menyatakan performance driver (pemicu kinerja) yang berkaitan dengan nilai perusahaan yang diberikan pada konsumennya seperti atribut/jasa, hubungan pelanggan, reputasi dan image.
(Tiga) Learning Perspective and; Dengan dimasukkannya perspektif ini diharapkan perusahaan terus belajar untuk dan tidak mengambil kebijakan – kebijakan yang terburu – buru dan menghilangkan kesenjangan antara karyawan dalam melaksanakan tugas – tugasnya.

(Empat) Growth Perspektive, Dalam proses pembelajaran tersebut perusahaan diharapkan sedikit banyak untuk menumbuhkembangkan kompetisi di dalam intern perusahaan ataupuh ekstern perusahaan, dengan demikian maka pada nantinya perusahaan akan berjalan bersama – sama antara pembelajaran dan pertumbuhannya.

Proses Perancangan Balanced Scorecard.
Berhasil tidaknya penerapan Balanced Scorecard oleh perusahaan akan sangat tergantung pada dukungan penuh dari seluruh lapisan manajemen perusahaan. Balanced Scorecard harus benar – benar merupakan refleksi dari sebuah strategi perusahaan serta visi dan misi organisasi. (Matson; 1999; 2).

Proses perencanaan Balanced Scorecard ada 5 tahapan antara lain :
  1. Mencari dukungan dan komitmen dari para manajer puncak dan manajer senior perusahaan. Menentukan tingkatan organisasi dimana Balanced Scorecard dilaksanakan.
  2. Manajemen puncak perusahaan membentuk satu tim yang bertugas merancang Balanced Scorecard secara spesifik sesuai tingkatan organisasi.
  3. Tim yang telah dibentuk mencari masukan – masukan mengenai tolok ukur yang akan digunakan dalam balanced scorecard dan menghasilkan draft balanced scorecard.
  4. Membawa darft balanced scorecard kedalam penentuan tim penyusun untuk mengidentifikasikan sumber – sumber data/informasi tolak ukur yang masuk dalam balanced scorecard dan merumuskan cara – cara untuk memperoleh data/informasi tersebut, serta menyusun kerangka keterkaitan antara tolok ukur dalam balanced scorecard.
  5. Memasyarakatkan balanced scorecard keseluruh SBU atau perusahaan.
Keunggulan Penerapan Balanced Scorecard.
Ditengah kurangnya alat untuk menilai kinerja perusahaan, balanced scorecard merupakan solusin yang tepat. Balanced Scorecard telah banyak diadopsi oleh perusahaan ke dalam bentuk (Policy, Activity, Measures). Hal ini dikarenakan Balanced Scorecard memiliki beberapa keunggulan antara lain :

(satu) Komprehensif, Balanced Scorecard memperluas perspektif pengukuran kinerja dari sebelumnya hanya terbatas pada keuangan, kini meluas pada tiga perspektif yang lain ; customer, proses bisnis internal serta pembelajaran dan petumbuhan.

(dua)Koheren, Balanced Scorecard membangun hubungan sebab akibat diantara berbagai sasaran strategi yang dihasilkan. Setiap sasaran startegik yang ditetapkan dalam prespekstif non- keuangan harus mempunyai hubungan kausal dengan sasaran keuangan, baik secara langsung – maupun tidak langsung.

(tiga) Seimbang, Balanced Scorecard sasaran strategik yang dirumuskan diarahkan keempat perspektif seimbang : yaitu dengan mengacu pada :
  • Seimbang antara fokus ke proses dan pembelajaran dan pertumbuhan.
  • Seimbang antara fokus ke dalam perusahaan dan keluar perusahaan.
(empat) Terukur, Balanced Scorecard mengukur sasaran – sasaran strategik yang sulit untuk diukur. Semua sasaran ditentukan ukurannya untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran strategik yang telah ditentukan dan untuk mengukur faktor pemacu pencapaian sasaran strategik tersebut.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat.
Sumber dari beberapa buku Manajemen Keuangan

Menjadi Peduli Itu Nikmat

Peduli, satu kata berjuta makna, jika dalam kamus besar Bahasa Indonesia Peduli lebih dimaknai sebagai sebuah arti memperhatikan , walau ...