Tampilkan postingan dengan label PORTAL EDUCATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PORTAL EDUCATION. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2010

GURU itu tidak sekedar bisa Mengajar

Menjadi sebuah pertanyaan besar, ada apa dengan mutu pendidikan di negeri ini, di satu sisi pemerintah terus mengupayakan peningkatan infrastruktur di bidang pendidikan, peningkatan sarana prasarana, hingga meningkatkan standart kelulusan dengan tujuan agar kualitas lulusan terus meningkat, namun dilain sisi ternyata banyak kendala di lapangan yang terjadi.Dan faktor tersebut tidak hanya pada sarana prasarana akan tetapi juga kesiapan pendidik dalam melaksanakan tugas untuk menstransfer ilmu pengetahuannya kepada peserta didik.

Tergerak dari pernyataan di wall di account Facebook oleh salah satu guru tercinta di jaman SMP dulu, sebuah pernyataan sederhana dari beliau kalau tidak salah begini ""sperti apa seh guru yg baik itu?...kok...sukanya "ndakik" tapi murid blas ra 'mudeng' ato yang 'biasa' saja tapi kena dihati dan pkiran murid?..brbrbrbrbrbrbrrrrrrr.."".. sebuah pertanyaan sederhana sebenarnya, akan tetapi akan mampu memberikan satu shock terapi yang maha dahsyat jika benar-benar di rasakan dan diresapi oleh insan pendidik..., mengapa sederhana karena sebenarnya satu jawaban, jadilah Guru yang bisa MENDIDIK dan tidak sekedar bisa MENGAJAR.. lha.. lho.. memang-nya antara mendidik dan mengajar itu berbeda.

Dari pemahaman yang pernah saya ketahui dan saya baca bahwa
Mendidik (pedagogy) yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungsi sekaligus., yaitu :
Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masamendatang.
Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan;.
Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengertian bahwa mendidik bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia.

Sementara mengajar hanya pada tataran transfer of knowledge. Namun jika mengajar yang diikuti oleh kegiatan belajar-mengajar secara bersinergi sehingga materi yang disampaikan dapat meningkatkan wawasan keilmuwan, tumbuhnya keterampilan dan menghasilkan peru bahan sikap mental/kepribadian, sesuai dengan nilai-nilai absolut (sesuai syariat) dan nilai-nilai nisbi yang berlaku di lingkungan masyarakat dan bangsa bagi anak didik adalah kegiatan mendidik. Sehingga Mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik , sedang mengajar bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia.

Dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, kerap kali guru merasa jenuh dan bosan apalagi jika usaha keras yang dilakukannya tidak membuahkan hasil yang diharapkan, hasil belajar siswa kurang baik dan keperibadiaan siswapun tidak mencerminkan akhlak yang mulia. Apa yang salah dalam diri guru, sebagai langkah untuk mengantisipasi hal tersebut guru dapat menjadikan modal berikut dalam pembelajaran;
Rasa kasih sayang yang tulus dari pendidik pada anak didik;
Keikhlasan untuk membantu, membimbing dan mengarahkan anak didik untuk menjadi dirinya sendiri.
Keteladanan dalam arti selalu tampil dalam pikiran, perasaan, sikap dan perilaku sesuai dengan syari’at, dalam arti satu antara perkataan dan perbuatan.


Untuk menjadi pendidik yang profesional guru di haruskan memiliki kompetensi keperibadiaan, keprofesionalan, pedagogik dan sosial, dengan rincian sebagai berikut:


Kompetensi Keperibadiaan ; Beriman dan bertaqwa, Berakhlaq mulia, Arif dan bijaksana, Mantap, Berwibawa, Stabil, Dewasa, Jujur, Teladan, Obyektif menilai kinerja diri sendiri, Mengembangkan diri secara mandiri & berkelanjutan;

Kompetensi Keprofesionalan ; Menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuia dengan standar isi program satuan pendidikan,mata pelajaran,mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampuh serta mengusai konsep-konsep dan metode disiplin keilmuwan, teknologi atau seni yang relevan;

Kompetensi Pedagogik; Pemahaman wawasan atau landasan Pendidikan, Pemahaman terhadap peserta didik, Pengembangan Kurikulum/Silabus, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran yang mendidik dan dialogis, Pemanfaatan teknologi pembelajaran, Evaluasi hasil belajar , Pengembangan potensi peserta didik;

Kompetensi Sosial; Berkomunikasi lisan dan tulisan atau isyarat,menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional, , Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan dan serta orangtua dan masyarakat, Menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan Dengan modal profesional dan pendekataan da’awi , Insya Allah guru akan menjadi pendidik yang mampu menghantarkan anak didiknya menjadi Insan yang cerdas dan sholeh. Mari kita buktikan dan wujudkan.

Dengan demikian maka Guru tidak sekedar mengajar akan tetapi harus mendidik juga, dan hal inilah yang saat ini sudah mulai bergeser dari jiwa dan kepribadian Guru-guru muda di negeri ini; pondasi dalam pendidikan yang begitu dalam "- ING NGARSO SUNG TULODHO - ING MADYA MBANGUN KARSO - TUTWURI HANDAYANI" saat ini hanya sebatas slogan saja...

Sumber : Rangkuman dari beberapa sumber bacaan.

"Aku didikasikan tulisan ini untuk Ibunda Sri Mulyati"".. maaf bu jika tidak sesuai he..he.he.he.

Selasa, 20 Januari 2009

Nggak Usah Ngoyo Pelan Tapi Pasti

Tidak terasa sudah hampir satu tahun dari roadshow ber-wisata mengelilingi 38 Kabupaten dan Kota se Propinsi Jawa Timur dari ujung barat Ngawi, Pacitan, Ponorogo dan sekitarnya berlanjut ke pesisir PANTURA (Lamongan, Gresik dan sekitarnya) berlanjut menyeberangi Selat Madura. Dan yang menjadai anggota dari portal yang dibidani oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur juga terus berkembang dan berkembang.

Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya pola berpikir masyarakat serta kemajuan dari teknologi informasi itu sendiri, maka sekolah-online juga ikut mengalami perubahan walau perubahan-perubahan itu masih sederhana, namun keberlanjutan dari tugas adalah sebuah amanah yang harus terus dipegang sampai pada titik akhir.

Dari sekian bulan berjalan memang dari berbagai macam sekolah yang tergabung belum memaksimalkan keberadaan portal tersebut, dan begitu terasa adanya keberagaman sikap dari masing-masing sekolah ada yang sangat antusias, biasa-biasa saja atau bahkan antipati. Namun itu semua menjadikan sebuah motivasi untuk terus mencoba memberikan yang terbaik, walau mungkin bukan yang paling baik.

Dan sajian portal tersebut saat ini sudah sedikit berbeda untuk tampilan-nya karena beberapa waktu yang lalu masih polos (karena kami ibaratkan itu masih bayi), mengijak semakin dewasa umurnya maka sudah bisa bersolek dan mempercantik diri lewat tampilan, perubahan tampilan tersebut tentu saja akan menjadikan sebuah awal untuk membuat portal ini makin lengkap dengan berjalannya semua content, doakan saja.. segera terealisasi, amiiin... Pelan Tapi Pasti jauh lebih baik dari pada cepat selesai namun hasil-nya jauh dari harapan...

Selasa, 27 Mei 2008

Ini Baru Awal.. Ayo Terus Berjuang..

Sebuah perjalanan yang melelahkan.. perjalanan panjang yang masih berupa langkah awal karena memang baru berpijak, kita sudah berusaha dan berupaya maksimal tinggal kita mantapkan dengan do'a dan do'a agar apa yang menjadi tujuan dan harapan bersama bisa tercapai aminn..!!!.

Seluruh Kab/Kota se Jawa Timur yang mencapai 38 daerah telah meluluh lantakkan energi dan pikiran rekan-rekan, selama satu bulan penuh melanglang Jawa Timur memperkenalkan sebuah konsep penggabungan sekolah-sekolah se-Jawa Timur (tingkat dasar hingga menengah atas) secara online, yang diberi nama SEKOLAH ONLINE, yang mana pengertian dari Sekolalah-online itu sendiri adalah adalah satu portal berbasis web yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Telkom yang menampilkan informasi seputar sekolah mulai dari SD sampai dengan SMA tentang profil, aktifitas yang dilakukan dan manajemen sekolah.

Bisa dibayangkan kami yang hanya berjumlah 6 orang harus mendampingi roadshow yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan dukungan Telkom Divre V Jawa Timur dan itu sudah menjadi sebuah tanggungjawab karena sudah terjadual-kan. Dengan semangat kebersamaan akhirnya dapat terselesaikan dengan baik, walau masih banyak kekurangan namun itu menjadi sebuah kewajaran yang akan dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.

Roadshow berakhir bukanlah merupakan sebuah akhir dari perjalanan, namun dengan berakhirnya roadshow merupakan sebuah awal dari tanggungjawab dan pekerjaan besar, karena untuk terus mengawal sekolah-online hingga 3 dekade kedepan. Namun tidak akan menjadi berhasil tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak khusus-nya sekolah-sekolah yang tergabung menjadi anggota di sekolah-online tersebut.

Semoga tugas besar ini dapat kami laksanakan dengan penuh amanah dan tanggungjawab. Amiin.. Ya... Allah selalu berikan jalan lapan dan terang pada kami untuk bisa mengemban tugas ini dengan baik.. Amiin.. !!! Terima kasih kepada rekan-rekan Core_Technology dan BML atas kerjasamanya selama ini.., Telkom Divre V Jawa Timur yang telah memberi kesempatan pada kami

Menjadi Peduli Itu Nikmat

Peduli, satu kata berjuta makna, jika dalam kamus besar Bahasa Indonesia Peduli lebih dimaknai sebagai sebuah arti memperhatikan , walau ...