Kamis, 31 Januari 2008

Budaya Adiluhung Yang Mulai Pudar, Kitalah Yang Wajib Melestarikannya

Berbicara, mendengar dan melihat budaya di Nusantara ini tidak akan ada jenuh dan selesainya, karena begitu banyak dan beragamnya budaya yang ada, dan setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dan untuk masalah Wayang ternyata banyak ragam dan jenisnya.

Contohnya di Pulau Jawa saja ada Wayang Kulit, Wayang Purwa yg dapat kita jumpai di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, Wayang Golek dari Daerah Jawa Barat, Wayang Potehi dari Jawa Timur. Khusus untuk Wayang Kulit yang pastinya suatu tontonan favorit bagi saya dari kecil hingga saat ini, (hanya saja sekarang jarang sekali bisa menikmati) krena ditempat domisili saya sekarang jarang sekali ada tontonan Wayang Kulit-nya.

Menurut cerita Wayang Kulit ini dulu dipergunakan sebagai saran Dakwah oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Muria shg begitu melekat dan kental dengan budaya Jawa-nya.. Untuk saat ini dalang-dalang terkenal dengan memberikan sajian dan kreatifitasnya masing-masing menjadikan Wayang Kulit makin indah dan enak untuk ditonton, untuk Dalang Wayang Kulit yang baik saat ini antara lain : Ki H. Anom Suroto dari Solo terkenal dengan Suluknya (Irama lagu dan suaranya) dan; Ki Manteb Sudarsono dari Karanganyar terkenal dengan sabetannya (mengolah gerak wayang) Wisnu Bayu Aji putra Anom Suroto (merupakan gabungan dari Anom dan Manteb); Ki Sunaryo dari Jawa Timur; Ki Enthus Susmono dr Tegal dan masih banyak lagi dalang-dalang yang lain.

Wayang merupakan budaya adiluhung yang penuh dengan falsafah hidup, hampir semua dalam perlengkapan, alat dan wayang itu sendiri memiliki arti dan makna. Mulai dari Wayang.. ada tokoh Buto..(raksasa) melambangkan angkara murka ada tokoh Wayang yg baik budi pekerti, tingkah laku (diwakili oleh Pandawa), sedangkan tokoh wayang yang terkenal dg kelicikan, serakah dan tak pernah punya rasa puas (diwakili oleh Kurawa) dari Dalang itu sendiripun memiliki makna.

Kesenian wayang yg jelas jauh dari kesan vulgar, porno dan lain sebagainya dalang, pesinden, dan yaga (penabuh gamelan) dari pekaian dan tutur bahasanya pun selalu sopan.. karena dibalut dg busan jawa yang bagus..namun sekarang memang untuk memberikan tayangan yang menarik terkadang kreatifitas dalang muncul dg adanya tambahan dan sisipan pada saat Goro-goro (keluarnya Punokawan) dengan adanya lawakan atau campursar terkadang orkes. Tapi tidak keluar dari pakemnya (konsepnya) kekurangan dari Wayang Kulit utk saat ini adalah sepinya peminat krn dikalahkan oleh budaya-budaya luar yang sebenarnya kurang sesuai dengan kehidupan kita.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan memberikan tambahan pemahaman khususnya budaya Jawa dan Wayang Kulit.

Ketika Bekerja Tidak Lagi Nyaman Karena Ulah Rekan Kerja

Bekerja dengan nyaman, tanpa ada curiga, perasaan terbebani atau merasa terkekang karena ada mata-mata dan pengintai, menjadi dambaan setiap manusia dalam menjalankan aktifitas pekerjaannya. Karena jika kita bekerja merasa tidak nyaman akan berimbas pada hasil kerja dan prestasi kerja yang menjadi tanggungjawab kita.

Siapa yang rugi ?
Kita sebagai karyawan karena dianggap nggak pecus bekerja, bahkan bisa jadi perusahaan/instansi karena kinerja dan produktifitas karyawan menjadi terganggu. Yang menderita kerugian besar tentunya kantor tempat kita bekerja.

Banyak hal menjadikan rasa tidak nyaman dalam bekerja;

Tempat/lokasi; bisa jadi lokasi atau tempat kita bekerja tidak cukup representatif untuk bekerja.

Fasilitas, minimnya fasilitas yang disediakan instansi tempat kita bekerja akan menggangu keleluasaan dalam berekspresi.

Kompensasi, gaji yang kita terima dirasa masih belum sesuai dengan kemampuan kita, sedangkan instansi belum mampu memberikan sesuai harapan.

Hubungan Kerja (ini yang menurut saya paling sensitif) Karena terkadang disadari atau tidak; disengaja atau tidak ada temen kerja yang bersikap sok dihadapan teman-temanya, mungkin juga ada beberapa alasan ia bersikap seperti itu; merasa menjadi orang kepercayaan, memiliki kedekatan dengan pimpinan (hubungan keluarga, pertemanan atau yang lain).

Pada tulisan ini lebih cenderung pada uraian tentang ketidaknyamanan dalam kantor karena hubungan kerja, karena untuk ketiga hal yang lain, mungkin akan cenderung lebih mudah dalam mengatasinya.

Awal dari rasa tidak nyaman dalam hubungan kerja yang berimbas pada ketidaknyamanan dalam pekerjaan, karena banyak sekali tipe dan karekateristik teman kerja, sehingga kita perlu untuk bisa bersikap dengan bijaksana, waspadai tipe rekan kerja seperti dibawah ini :


Tipe 1: Tukang Mengeluh
Ia selalu sibuk menceritakan bagaimana tersiksanya dirinya. Mulai dari beban pekerjaan yang berlebihan sampai pada kehidupan pribadinya. Teman sekerja yang termasuk tipe jenis ini merasa hidupnya tidak pernah berubah menjadi lebih baik.

Cara menghadapinya: Hadapi dia dengan cara positif. Usahakan untuk menghindari dengan cara halus. Batasi waktu Anda dengan tipe orang seperti ini. Buat jarak karena bila tidak, dia dapat mempengaruhi kejiwaan Anda.

Tipe 2: Tukang gertak
Tukang gertak tidak dapat menyenangkan hati orang lain dan selalu merasa, dialah yang paling benar.

Cara menghadapinya: Sebaiknya tidak perlu ikut campur. Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil keuntungan dari Anda tanpa seizin Anda. Katakan hal-hal yang Anda setujui dari sikapnya lalu itarakan pula padanya mengenai pendapat Anda. Anda tidak perlu mengatakan pendapatnya baik. Yang penting, nyatakan perbedaan pendapat Anda dan dia. Bila tidak dapat mencapai kesepakatan, mungkin sudah waktunya untuk meminta pendapat atasan Anda.

Tipe 3: Si Playboy
Ia memiliki tatapan mata yang dalam, seolah-olah dapat menelanjangi diri Anda. Dia selalu siap dengan rayuannya.

Cara menghadapinya: Jangan tanggapi secara serius. Beri umpan balik dengan bercanda sebagai cara menjaga diri. Beri jawaban yang jenaka tetapi diplomatis untuk menolak ajakan dan rayuannya. Yang penting, jawaban berupa penolakan yang harus dimengerti olehnya. Bila dia sampai membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi kerja, beri dia peringatan bahwa Anda akan melaporkannya ke bagian personalia bila dia tidak juag menghentikan gangguannya.

Tipe 4: Si Pengawas
Dia akan resah bila Anda tampak tenang sementara ada tugas yang dia berikan kepada Anda yang harus segera diselesaikan. Dia akan selalu berada di dekat Anda dan setiap saat menanyakan kemajuan pekerjaan yang diperintahkannya kepada Anda.

Cara menghadapinya: Walaupun rasanya ingin lepas dari pengawasannya, mau tidak mau Anda tetap harus berkomunikasi dengannya. Anda tidak akan pernah dapat mengubah sikapnya. Jadi, Anda harus dapat memintanya mengerti akan batasan antara kritik yang membangun dengan interupsi yang tidak perlu. Bicarakan bersama pada awal proyek dan jadwalkan kapan Anda berdua akan bertemu untuk menindaklanjuti proyek atau pekerjaan yang ditugaskannya pada anda. Dengan cara ini Anda dan dia akan sama-sama merasa tenang.

Tipe 5: Tukang Cari Muka
Selalu berusaha mencari muka pada atasan dengan memberikan puji-pujian. Sikapnya sangat menyebalkan.

Cara menghadapinya: Anda tidak perlu melakukan apa-apa, terutama bila sikapnya yang menyebalkan tersebut tidak merugikan Anda.
Yang penting, semua orang termasuk atasan Anda, tahu bahwa dia memang tukang cari muka.

Tipe 6: Tukang Gosip
Sibuk membicarakan keburukan orang lain. Ada saja hal buruk seseorang yang diceritakan si tukang gosip. Anda pun perlu hati-hati karena bisa jadi di lain waktu Andalah yang digunjingkan.

Cara menghadapinya: Sudah pasti Anda sibuk dengan pekerjaan dan sibuk mengejar target atau tenggat waktu, tetapi jangan lupa untuk bersosialisasi terutama dengan orang-orang di bagian/departemen yang berbeda agar Anda tahu apa yang terjadi di sekitar kantor. Sangat tidak nyaman menjadi pembicaraan orang, ditambah lagi bila Anda tidak mempunyai teman untuk meluruskan gosip tersebut. Bersosialisasi itu perlu, tetapi tidak perlu melibatkan diri dengan memihak pada satu kelompok tertentu karena hal ini akan berbahaya bagi diri Anda. Sebaiknya bersikap netral saja.

Tipe 7: Si Penyendiri
Memperlihatkan sikap kurang berminat untuk bergabung dengan sesama teman sekerja. Baginya, yang penting mengerjakan tugas dan kewajiban dirinya sendiri.

Cara menghadapinya: Jangan berburuk sangka bila Anda tidak tahu mengapa dia bersikap demikian. Seseorang yang senang menyendiri bisa jadi mempunyai masalah dalam kehidupan pribadinya. Masalah tersebut bisa berupa depresi, mengidap suatu penyakit, atau bahkan mungkin mengalami pelecehan dalam rumah tangga. Bila sikapnya berdampak negatif pada pekerjaan Anda dan teman-teman yang lain, sebaiknya laporkan pada atasan.

Tipe 8: Tukang Ikut Campur
Sibuk menguping pembicaraan teman yang sedang menelepon, diam-diam membaca apa yang tertulis di layar monitor Anda, dan selalu ingin tahu masalah pribadi seseorang. Dia selalu merasa menjadi sahabat Anda, lepas dari apa yang Anda rasakan dan pikirkan mengenai hubungan Anda dan dia.

Cara menghadapinya: Batasi hubungan dengannya tanpa perlu berkonfrontasi, semisal dengan mengatakan, "Apa yang bisa saya bantu?" atau "Mengapa Anda sangat ingin mengetahuinya?" Ingat, Anda tidak dapat mengendalikan apa yang dikatakannya mengenai diri Anda kepada orang lain, tetapi Anda juga dapat mengendalikan apa yang aA Anda katakan atau ceritakan kepadanya. Terkadang untuk menghadapi orang yang termasuk tipe ini, ada saatnya Anda perlu bilang padanya, "Ini urusan saya, bukan urusan kamu!"

Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih

Tulisan bersumber dari : www.kapanlagi.com

Jumat, 25 Januari 2008

Se-andainya Saya Bisa Membesarkan Ulang Anak Saya

Hari Kamis, tanggal 24 Januari 2008 ada undangan dari Playgroup Jagoanku (Rafi) untuk mengambil raport hasil belajarnya..

Terasa begitu bangga karena inilah pertama kali sepanjang hidup-ku, aku benar-benar merasakan sebagai wali murid anakku sendiri; jika dulu pernah menjadi wali murid itu masih sebatas keponakan, adik dan putra-putri dari saudara...

Sehingga ada rasa yang begitu berbeda walau masih play group..., yang ternyata dalam raport itu banyak hal yang dievaluasi dan dinilai terutama tentang perkembangan si kecil, yang hasilnya... hmmm Alhamdullilah tidak mengecewakan.

Dalam buku raportnya terselib selembar kertas berwarna merah jambu.... dan ternyata berisi puisi yang ditulis oleh Diane Loomans... isinya begitu bagus menurutku.. dan memberikan satu pemahaman serta kesadaran bagaimana memposisikan diri sebagai orang tua dalam menghadapi anak-anak...

Seandainya Saya Bisa Membesarkan Ulang Anak Saya....

saya akan lebih banyak bermain cat
dan mengurangi main perintah

saya akan lebih sedikit mengoreksi
dan lebih banyak mengait-ngaitkan

saya akan sedikit menghitung-hitung waktu
dan lebih banyak memerhatikan

saya akn mengurangi main selidik
dan lebih banyak memperhatikan

saya akan mengurangi bersikap serius
dan lebih banyak bermain-main

saya akan lebih sering bermain di lapangan
dan lebih banyak mengamati bintan-bintang

saya akan lebih banyak memeluk
dan sedikit membentak

saya tidak akan banyak melarang-larang
dan lebih banyak mengiyakan

saya akan lebih dulu membangun harga dirinya
sebelum membangun rumah

saya akan lebih sedikit mengajarkan cinta dan kekuatan
dan lebih banyak mengajarkan kekuatan cinta

Dari puisi diatas... ada pesan yang dalam tentang bagaimana orang tua bersikap dan bertindak pada anak-anaknya...
semoga aku dan isteriku bisa menjadi orang tua yang baik dan bijaksana bagi anak-anakku... amin....


Jumat, 18 Januari 2008

Cerita Tentang Sebuah Sapu Lidi

Ada sebuah cerita tentang Sapu Lidi, pada sebuah Negara Antah Berantah yang dipimpin oleh seorang Raja Yang Arif dan Bijaksana sebut saja namanya Prabu Arif Wicaksana memiliki tiga orang putra yaitu Pangeran Pembayun, Pangeran Panengah dan Pangeran Bungsu, karena sang raja sudah semakin lanjut usia-nya beliau berkeinginan untuk lengser dari jabatannya. Akan tetapi ada yang mengganjal dalam benaknya melihat sifat dan sikap anak-anaknya, karena ke-tiga putra-nya memiliki sifat yang berbeda-beda dan dianggap kurang pas untuk menggantikannya.

Dimana sifat putra-putra-nya sebagai berikut: Untuk Pangeran Pembayun dan Pangeran Panengah memiliki perawakan yang kuat, gagah, perkasa dan cekatan serta pintar dalam segala hal (baik ilmu pemerintahan ataupun perang) hanya saja kedua putra-nya ini memiliki sifat yang kurang baik dimana dengan kelebihannya itu bertindak semena-mena, arogan, tidak bisa menerima pendapat orang lain. Dan setiap tindakan mengedapankan kekuatan bukan akal-nya. Jika mereka yang menjadi raja kelak Sang Prabu khawatir Negara Antah Berantah akan hancur karena rajanya karena tidak akan memperhatikan rakyat kecil dan tidak akan mendengarkan keluh kesah rakyat-nya.

Dan hal ini bertolak belakang dengan Pangeran Bungsu yang tidak memiliki kelebihan seperti kedua kakaknya, dia berperawakan biasa saja (tidak gagah, kurang cekatan, lemah dan tidak pandai perang atau ilmu pemerintahan); akan tetapi Pangeran Bungsu merupakan putra yang rajin, suka belajar dan selalu mendengarkan semua nasehat dan keluhan yang disampaikan kepadanya dan selalu mengalah dibandingkan dua kakaknya.

Yang menjadi pemikiran dan perenungan Prabu Arif Wicaksana jika beliau nanti meninggal, apa yang akan terjadi dengan ketiga putranya karena saat ini Pangeran Bungsu selalu ditindas dan ditekan oleh kedua kakaknya sedangkan Pangeran Pembayun dan Pangeran Panengah memiliki sifat dan perilaku yang sama, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi perebutan kekuasaan dan akhirnya membawa kehancuran pada Negara Antah Berantah Ini. Selama berbulan-bulan Sang Prabu merenung dan berpikir apa yang harus dilakukan oleh beliau.

Dan pada suatu hari beliau memanggil ketiga putranya untuk menghadap;
^_^Putra-putraku sekalian, kalian tahu Ayahanda sudah mulai tua dan sudah saatnya lengser dari jabatan ini, akan tetapi sebelum akan lengser akan akan mengadakan sayembara siapa yang berhak atas kerajaan ini^_^ ujar sang Prabu pada ketiga putranya.

Sebenarnya pada benak Pangeran Pembayun tidak terima, akan tetapi ia tidak berani menyangkal perintah Ayahandanya. Karen ketiga putranya diam membisu, maka sang Prabu melanjutkan bicaranya

^_^Putra-putraku sekalian, siapa yang bisa mematahkan sapu lidi ini, ia yang berhak atas kerajaan ini^_^ , lanjut sang Prabu, ada kesedihan mendalam dibenak Sang Prabu begitu melihat ketiga anaknya, kelihatan bahwa Pangeran Pembayun dan Pangeran Panengah tersenyum penuh arti, sedangkan Pangeran Bungsu pucat pasi wajahnya, menghadapi kenyataan bahwa tidak ada kesempatan baginya.

Dan sayembara-pun dimulai satu persatu para pengeran itu berusaha mematahkan Sapu Lidi, Pangeran Pembayun dan Pangeran Panengah tidak berhasil mematahkannya walaupun mereka kuat dan perkasan, mulai di dilipat dengan dua tangan, dengan kaki, yang pada akhirnya tiba giliran Pangeran Bungsu untuk mematahkan Sapu Lidi; dan Sang Prabu tersenyum simpul begitu melihat cara Pangeran Bungsu mematahkan Sapu Lidi itu, pertama dilepas ikatan Sapu Lidi dan diambil satu persatu lidi-nya yang kemudian dengan mudah ia patahkan, dan belum sampai terpatahkan semua Sang Prabu menetapkan bahwa pemenangnya adalah Pangeran Bungsu.

Sabda Sang Prabu ^_^Putra-putraku sekalian, paman patih, semua punggawa kerajaan dan rakyat-rakyatku mulai saat ini Raja di Negara Antah Brantah ini adalah si Bungsu^_^ ,

Akan tetapi jawaban Pangeran Bungsu mengejutkan semua orang termasuk Sang Prabu sendiri, yang kurang lebih jawabannya sebagai berikut ^_^Terima kasih Ayahanda atas kepercayaan yang diberikan pada saya, akan tetapi untuk menjabat sebagai Raja yang lebih berhak adalah Kakanda Pangeran Pembayun, dan hampa merasa tidak mampu untuk mengemban amanah ini, maka dengan ikhlas dan kerelaan hati, saya serahkan kepada Kakanda Pembayun untuk menjadi Raja, dan saya sudah puas dengan semua ini, Mohon beribu maaf Ayahanda^_^ ; tanpa terasa Sang Prabu meneteskan air mata mendengar jawaban Pangeran Pembayun, dan kejadian ini menyadarkan Pangeran Pembayun dan Panengah atas tindakannya pada Pangeran Bungsu selama ini yang selalu melecehkan, menghina dan menindasnya yang ternyata Adiknya itu memiliki budi pekerti yang begitu mulia.

Dari cerita tersebut diatas ada beberapa hal yang pantas kita renungkan, antara lain:
  1. Persatuan dan Kesatuan itu akan sulit untuk dihancurkan, akan tetapi jika tercerai berai dengan mudah akan dihancurkan dan dipatahkan;
  2. Jangan menilai seseorang dari fisiknya yang ganteng, tampan, cantik, perkasa atau apalah; karena dalamnya hati seseorang sulit untuk kita ukur;
  3. Kepasrahan dan keikhlasan akan memberikan keberkahan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ini.
Dengan demikian maka orang tua memikul tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan untuk bisa memberikan pengertian pada anak-anaknya, agar bisa bersikap dewasa dan memaknai hidup ini.

Ternyata Padi Bukan Hanya Sebatas Makanan Pokok

Kita tahu apa yang namanya padi khan.. akrab dengan kita dan tentunya juga tidak akan jauh dari keseharian kita, karena itu bahan pokok untuk akhirnya jadi beras yang kita nikmati dalam keseharian.. berarti padi ini juga merupakan sumber kehidupan buat kita.

Namun lebih jauh dari itu padi menyimpan misteri dan juga filosofi yang bisa kita tanamkan dalam kehidupan kita tentunya, dan akan menjadikan hidup kita ini tenang, damai dan bisa dijadikan salah satu sarana dalam memahami arti kehidupan yang sebenarnya.

Rekan member yang terhormat, terkasih, tercinta dan tersayang.. yuk kita mencoba untuk merenung sejenak agar dalam kehidupan ada satu etika yang menciptakan satu tips dalam hidup.. kita coba telaah lebih jauh makna dan arti padi yang bukan sekedar makanan pokok..

1. Petani menanam padi pasti tumbuhnya padi; walaupun di kanan kiri akan tumbuh juga rumput; tapi padi tetap akan menghasilkan buat petani itu sendiri asalkan petani itu dengan ikhlas dan sabar selalu membersihkan rumput-rumput itu; dan jika kita menanam rumput sudah tentu tidak akan tumbuh padi;

Artinya...
Apa yang kita berikan pada orang lain itu yang akan kita nikmati, walaupun terkadang tidak jarang kita mendapatkan cobaan dan rintangan dalam mewujudkanya, namun jika kita ikhlas dan sabar dalam menjalaninya maka kita tetap akan mendapatkan yang kita impikan, maka tanamkanlah kebaikan agar kita memetik kebaikan itu juga.

2. Petani menanam padi itu semakin tua dan berisi, padi itu akan semakin merunduk dan merunduk, menandakan bahwa padi itu isinya banyak dan bisa memberikan kehidupan untuk orang lain.

Artinya.
Semakin dewasa, pinter, banyak pengetahuan dan pemahaman akan sesuatu hal, sudah sewajarnya jika kita semakin mengerti dan paham pada diri sendiri, sehingga kita tidak menjadikan pengetahuan, kepandaian dan kepintaran kita untuk menyombongkan diri; tidak usah mengatakan "INILAH AKU" orang lain akan tahu dengan sendirinya karena kita santun, rendah hati dan bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Maka jadikanlah padi itu sebagai satu filosifi dalam hidup karena semakin matang, dewasa dan bertambahnya pengetahuan kita semakin merunduk rendah hati dan sabar serta semakin ikhlas dalam menjalani kehidupan; akan menjauhkan kita dari kesombongan, iri hati dan benci sama orang lain dan bisa menerima serta yang terpenting adalah menjadi orang yang pemaaf dan pandai bersyukur

Saya sendiri masih dalam taraf belajar untuk tetap mengerti dan menjalankan filosifi dari padi.

Filosofi Hidup Dari Sang Bangau

Bangau, memang hanya sebatas binatang.. akan tetapi jika kita amati.. dan kita perhatikan akan ada filosofi yang bisa kita ambil dalam menjalani kehidupan ini, bagaimanakah dan seperti apakah filosofi itu.. ini hanya sekedar paparan yang juga didasarkan dari beberapa wacana dan pendapat juga bacaan dari beberapa buku, yang akan saya coba untuk saya paparkan disini.

Seandainya kita amati Bangau yang terbang di sore hari kembali ke tempat istirahatnya atau terbang di pagi hari untuk mencari makan, akan kita lihat dia membentuk formasi terbang yang mirip dengan huruf v, karena dengan membuat formasi itu terlihat kekompakan sang Bangau dalam melawan angin menuju tujuan dengan cepat, karena adanya kerjasama team dan tentunya pekerjaan akan cepat selesai daripada dikerjakan secara individu khan..

Jika ada satu Bangau yang kelelahan dan keluar dari formasi.. maka dengan senang hati Bangau yang lain akan cepat menolong dan formasi tetap pada semula tidak akan berubah hingga sampai di tujuan. Tidak menutup kemungkinan sang leader akan mengalami kesulitan dan merasa kelelahan maka dengan senang hati Bangau yang lain akan menggantikannya dengan berpedoman pada yang berada dibelakangnya hal ini menggambarkan bahwa berbagi dalam kepemimpinan, harus ada rasa saling menyadari. berlaku saling menghormati dan percaya diantara anggota di setiap saat. Saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat. Memusatkan bakat dan kemampuan setiap anggota menjadi team yang mampu mengatasi masalah.

Bangau terbang dengan mengeluarkan suara berkotek.. hal ini menggambarkan bahwa dalam suatu komunitas dan team harus saling memotivasi menuju kebaikan bukan sebaliknya menjadi diri sendiri untuk akhirnya menghancurkan team.dan ketika salah satu Bangau jatuh sakit maka yang lain akan membagi menjadi dua formasi dan mengawal temannya hingga sembuh dan kuat melanjutkan perjalanan. Hal ini menggambarkan bahwa kita hidup itu perlu berdampingan dengan apapun keadaannya senang, susah pun dalam kebahagiaan dan kesulitan. Karena semua akan terasa ringan jika dilakukan bersama dan kompak.

Dari hal diatas maka dapat saya ambil kesimpulan dari Filosofi Sang Bangau Terbang adalah :

Seandainya kita kompak dan saling mendukung…
Seandainya kita menjiwai kerjasama yang baik…
Jauhkan dan lupakan perbedaan masing-masing….; maka akan mampu mengatasi tantangan. Bila kita menyelami dan memahami arti dari persahabatan…
Dan kita selalu terbukan dan keikhlasan dalam berbagi

Hidup menjadi lebih berarti dan waktu mendatang dapat kita lewati dengan kebahagiaan dan persahabatan..

Ijinkan Aku Untuk Jujur Padamu

ijinkan aku untuk jujur padamu
biarkan aku untuk bicara dan berucap
karenanya cukup kau dengarkan dan pahami
agar kau tak temui kecewa
agar kau tak merasa aku bohongi

wahai manis permata hatiku
duhai sayang kekasih jiwaku
oh.. juwita pelita hatiku

sadarkah kau
tidak bermimpikah kau
bahwasanya aku ini hanya seorang lelaki kecil
dalam kurun waktu berlalu
tiada apapun ku miliki
kecuali cinta, harapan dan mimpi

dan perlu kau tahu bahwa aku tidaklah
se-mulia Muhammad SAW
se-kaya Sulaiman AS,
se-taqwa Ibrahim AS
se-tabah Ayyub AS
atupun se-gagah Musa AS
apalagi se-tampan Yusuf AS

aku hanya bisa berharap
untuk bisa menjadi bijaksana, sabar dan tawakal
mencoba untuk menuju sholeh
dan mengajakmu untuk senantiasa bersyukur

karena baru yang mampu aku berikan padamu
maafkan aku,
karena akupun yakin akan kita raih bahagia itu
dengan kita membuka mata, membuka hati dan membuka diri

medio, blitar 08 januari 2008

Selasa, 15 Januari 2008

Ijinkan Aku Untuk Sujud Dikakimu Sekedar Berbhakti Kepadamu

senyum yang kau tawarkan disaat
kau tahu aku nakal, aku bengal dan aku berbuat salah...

tak ada marah disana...
selalu kau berikan belaian kasih dan kecupan sayang...
disaat aku dalam kesedihan, kepedihan dan kekalutan...

pergilah... Nak.. restuku menyertaimu...
itulah yang selalu kau ucapkan ..
ketika pertama kali aku pergi....

tidak pernah kau tinggalkan aku dalam kesendirian
tidak pernah kau lupakan aku dalam setiap tarik nafasmu
tidak pernah kau lalaikan aku untuk ada dalam setiap doamu

namun....
apa yang aku berikan padamu...
apa yang mampu aku tunjukkan padamu...
apa yang bisa membahagiakan hatimu...

karena kasihmu.. yang tidak ada habisnya
karena sayangmu yang tidak akan pernah punah
karena cintamu yang tidak pernah lenyap ditelan jaman..

maka ijinkan aku sujud dikakimu..
untuk sekedar menujukkan baktiku padamu..
yang aku yakin.. itupun belum cukup...
untuk membalas semua budi baikmu..
apalagi mengganti semua pengorbananmu
yang telah kau berikan tanpa pamrih....

tidak aku pungkiri bahwa kasihmu tak terhingga...
mampu-ku hanya doa dan harapan....
smoga Allah Tuhan Seru Sekalian Alam...
membalas semuanya dengan Kasih dan Sayang-Nya

aku didikasikan tulisan ini pada Emak-ku tercinta...

Selasa, 08 Januari 2008

Rasa Tresnoku Marang Sliramu Opo Salah ?


rikala netramu nyawang temelung nang mripatku
ana rasa adem njejet nang dadaku..
nunjem pulung atiku, dadi waspa tumetes siji-siji

rikala astamu kumlawe nggandeng tanganku
ana rasa gemeter adem panas nang awakku..

rikala nyawang lathimu sing mesem isih tetep ngujiwat,
kaya esem-esem 5 taon kepungkur....

pasuryanmu kaya padange rina ing tengah wengi
kang madangi jagat ananging ora krasa panas...

ah... tansah katon ing manik-manik netramu memanising crita kawuri
sing ora bisa ilang saka angen-angen lan ati iki.

impen kapang sing mung dadi sejarah..
sing tetep ndak simpen kanthi rapet jroning ati..

aku njaluk idi palilahmu nimas...
yo wis ben kabeh tansah dadi crita sing endah
yo wis ben dadi sejarah
yen to antarane aku lan sliramu pancen ana crita
crita tresna sing kebak tangis

amarga pancen butuh sewu wangsulan
saka siji pitakonan

rasa tresnoku marang sliramu apa salah ?

Menjadi Peduli Itu Nikmat

Peduli, satu kata berjuta makna, jika dalam kamus besar Bahasa Indonesia Peduli lebih dimaknai sebagai sebuah arti memperhatikan , walau ...